MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA PLASTISIN PADA KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN
Keywords:
Kemampuan Komunikasi, Metode Bercerita, Media PlastisinAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak melalui penerapan metode bercerita dengan media plastisin pada kelompok B usia 5–6 tahun di PAUD Al-Amin. Subjek penelitian berjumlah 11 anak, terdiri atas 6 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi anak yang signifikan dari pra siklus hingga siklus II. Pada tahap pra siklus, mayoritas anak (64%) berada pada kategori Belum Berkembang, sementara 36% berada pada kategori Mulai Berkembang, dan tidak terdapat anak pada kategori Berkembang Sesuai Harapan maupun Berkembang Sangat Baik. Pada siklus I, terjadi penurunan persentase anak pada kategori Belum Berkembang menjadi 19%, sementara anak pada kategori Mulai Berkembang meningkat menjadi 54%, dan 27% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan. Meskipun demikian, belum terdapat anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik, sehingga strategi pembelajaran masih perlu diperkuat. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih optimal, ditunjukkan dengan tidak adanya anak pada kategori Belum Berkembang. Sebanyak 18% anak berada pada kategori Mulai Berkembang, 55% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan, dan 27% berhasil mencapai kategori Berkembang Sangat Baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dengan media plastisin efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak usia dini, khususnya dalam keterampilan mengemukakan ide, menjawab pertanyaan, serta berinteraksi dengan guru dan teman sebaya secara lebih aktif dan optimal.